Tutorial Terminal Lanjutan #18 - Jalankan Aplikasi dalam Kotak dengan Docker – Isolasi Tanpa Ribet 📦

Halo, pembangun lingkungan terisolasi! 🧪
Pernah menginstal program, lalu sistem jadi kacau karena konflik versi? Atau ingin mencoba aplikasi tanpa mengotori komputermu?

Solusinya: **Docker** — teknologi yang memungkinkanmu menjalankan aplikasi dalam “kotak” terisolasi yang disebut container.

Keuntungannya:

  • ✅ Aplikasi berjalan sama di mana saja (laptop, server, cloud)
  • 🔒 Tidak mengganggu sistem utama
  • ⚡ Ringan dan cepat dibanding virtual machine
  • ☁️ Digunakan di seluruh industri cloud, termasuk AWS!

📦 Analogi Sederhana:
- Docker = kotak makan siang
- Aplikasi = makanan di dalamnya
- Sistem operasi = meja makan

Kamu bisa bawa kotak makan ke mana saja — isinya tetap utuh, tidak tumpah, dan tidak mencemari meja!

Langkah 1: Instal Docker di Ubuntu

Perbarui daftar paket:

sudo apt update

Instal dependensi yang diperlukan:

sudo apt install ca-certificates curl gnupg lsb-release -y

Tambahkan kunci GPG resmi Docker:

sudo mkdir -p /etc/apt/keyrings
curl -fsSL https://download.docker.com/linux/ubuntu/gpg | sudo gpg --dearmor -o /etc/apt/keyrings/docker.gpg

Tambahkan repositori Docker:

echo \
  "deb [arch=$(dpkg --print-architecture) signed-by=/etc/apt/keyrings/docker.gpg] https://download.docker.com/linux/ubuntu \
  $(lsb_release -cs) stable" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/docker.list > /dev/null

Instal Docker Engine:

sudo apt update
sudo apt install docker-ce docker-ce-cli containerd.io docker-compose-plugin -y

Langkah 2: Uji Instalasi

Jalankan perintah uji coba:

sudo docker run hello-world

Jika muncul pesan “Hello from Docker!”, selamat! 🎉 Docker berhasil terinstal.

⚠️ Tips Penting:
- Secara default, Docker butuh sudo
- Untuk menghindari sudo, tambahkan user ke grup docker:
sudo usermod -aG docker $USER
Lalu logout & login ulang agar perubahan berlaku.

Langkah 3: Jalankan Web Server dalam Container

Mari coba sesuatu yang lebih berguna: Nginx dalam Docker!

docker run -d -p 8080:80 --name webku nginx

Penjelasan:

  • -d = jalankan di latar belakang (detached)
  • -p 8080:80 = petakan port 8080 di host ke port 80 di container
  • --name webku = beri nama container
  • nginx = nama image yang akan dijalankan

Buka browser, lalu akses:

http://localhost:8080

Kamu akan melihat halaman “Welcome to nginx!” — tapi kali ini, dijalankan dalam container! 🌐

Langkah 4: Kelola Container-Mu

Lihat container yang sedang berjalan:

docker ps

Hentikan container:

docker stop webku

Hapus container:

docker rm webku

Lihat semua image yang terunduh:

docker images

Latihan Praktis: Jalankan Website Statis di Docker

  1. Buat folder: mkdir ~/web-docker && cd ~/web-docker
  2. Buat file index.html sederhana
  3. Jalankan Nginx dengan mount folder lokal:
    docker run -d -p 8080:80 -v $(pwd):/usr/share/nginx/html --name situs nginx
  4. Akses http://localhost:8080 — lihat website-mu!
  5. Edit index.html → perubahan langsung muncul (tanpa restart!)
“Aku baru saja menjalankan web server dalam ‘kotak ajaib’ yang tidak menyentuh sistem utamaku! Rasanya seperti punya dunia mini di dalam komputer.” 🌍✨

Kenapa Ini Penting untuk AWS?

Docker adalah fondasi modern cloud computing:

  • AWS Elastic Container Service (ECS) menjalankan aplikasi Docker
  • Deploy jadi konsisten: dari laptop ke production
  • Scaling otomatis berdasarkan beban
  • Microservices architecture dibangun di atas container
Menguasai Docker = tiket emas ke dunia DevOps dan cloud engineering!

Penutup

Sekarang kamu sudah bisa:

  • ✔ Menginstal Docker
  • ✔ Menjalankan container dengan docker run
  • ✔ Memetakan port dan volume
  • ✔ Mengelola siklus hidup container

Ingat: **Di era modern, aplikasi bukan lagi “diinstal” — mereka “dijalankan dalam container”. Dan kini, kamu tahu caranya.** 💻📦

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال