Halo, pembangun lingkungan terisolasi! 🧪
Pernah menginstal program, lalu sistem jadi kacau karena konflik versi? Atau ingin mencoba aplikasi tanpa mengotori komputermu?
Solusinya: **Docker** — teknologi yang memungkinkanmu menjalankan aplikasi dalam “kotak” terisolasi yang disebut container.
Keuntungannya:
- ✅ Aplikasi berjalan sama di mana saja (laptop, server, cloud)
- 🔒 Tidak mengganggu sistem utama
- ⚡ Ringan dan cepat dibanding virtual machine
- ☁️ Digunakan di seluruh industri cloud, termasuk AWS!
- Docker = kotak makan siang
- Aplikasi = makanan di dalamnya
- Sistem operasi = meja makan
Kamu bisa bawa kotak makan ke mana saja — isinya tetap utuh, tidak tumpah, dan tidak mencemari meja!
Langkah 1: Instal Docker di Ubuntu
Perbarui daftar paket:
sudo apt update
Instal dependensi yang diperlukan:
sudo apt install ca-certificates curl gnupg lsb-release -y
Tambahkan kunci GPG resmi Docker:
sudo mkdir -p /etc/apt/keyrings curl -fsSL https://download.docker.com/linux/ubuntu/gpg | sudo gpg --dearmor -o /etc/apt/keyrings/docker.gpg
Tambahkan repositori Docker:
echo \ "deb [arch=$(dpkg --print-architecture) signed-by=/etc/apt/keyrings/docker.gpg] https://download.docker.com/linux/ubuntu \ $(lsb_release -cs) stable" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/docker.list > /dev/null
Instal Docker Engine:
sudo apt update sudo apt install docker-ce docker-ce-cli containerd.io docker-compose-plugin -y
Langkah 2: Uji Instalasi
Jalankan perintah uji coba:
sudo docker run hello-world
Jika muncul pesan “Hello from Docker!”, selamat! 🎉 Docker berhasil terinstal.
- Secara default, Docker butuh
sudo- Untuk menghindari
sudo, tambahkan user ke grup docker:sudo usermod -aG docker $USERLalu logout & login ulang agar perubahan berlaku.
Langkah 3: Jalankan Web Server dalam Container
Mari coba sesuatu yang lebih berguna: Nginx dalam Docker!
docker run -d -p 8080:80 --name webku nginx
Penjelasan:
-d= jalankan di latar belakang (detached)-p 8080:80= petakan port 8080 di host ke port 80 di container--name webku= beri nama containernginx= nama image yang akan dijalankan
Buka browser, lalu akses:
http://localhost:8080
Kamu akan melihat halaman “Welcome to nginx!” — tapi kali ini, dijalankan dalam container! 🌐
Langkah 4: Kelola Container-Mu
Lihat container yang sedang berjalan:
docker ps
Hentikan container:
docker stop webku
Hapus container:
docker rm webku
Lihat semua image yang terunduh:
docker images
Latihan Praktis: Jalankan Website Statis di Docker
- Buat folder:
mkdir ~/web-docker && cd ~/web-docker - Buat file
index.htmlsederhana - Jalankan Nginx dengan mount folder lokal:
docker run -d -p 8080:80 -v $(pwd):/usr/share/nginx/html --name situs nginx - Akses
http://localhost:8080— lihat website-mu! - Edit
index.html→ perubahan langsung muncul (tanpa restart!)
“Aku baru saja menjalankan web server dalam ‘kotak ajaib’ yang tidak menyentuh sistem utamaku! Rasanya seperti punya dunia mini di dalam komputer.” 🌍✨
Kenapa Ini Penting untuk AWS?
Docker adalah fondasi modern cloud computing:
- AWS Elastic Container Service (ECS) menjalankan aplikasi Docker
- Deploy jadi konsisten: dari laptop ke production
- Scaling otomatis berdasarkan beban
- Microservices architecture dibangun di atas container
Penutup
Sekarang kamu sudah bisa:
- ✔ Menginstal Docker
- ✔ Menjalankan container dengan
docker run - ✔ Memetakan port dan volume
- ✔ Mengelola siklus hidup container
Ingat: **Di era modern, aplikasi bukan lagi “diinstal” — mereka “dijalankan dalam container”. Dan kini, kamu tahu caranya.** 💻📦