Halo, penjaga sejarah kode! 🕰️
Pernah mengedit file, lalu menyesal karena ingin kembali ke versi sebelumnya? Atau bekerja bersama teman, tapi bingung versi mana yang paling baru?
Solusinya: **Git** — sistem kendali versi yang digunakan oleh jutaan developer di seluruh dunia.
Dan **GitHub** — platform online untuk menyimpan dan berbagi repositori Git.
Bersama, mereka memungkinkanmu:
- ✅ Menyimpan setiap perubahan sebagai “snapshot”
- ↩️ Kembali ke versi sebelumnya kapan saja
- 👥 Berkolaborasi tanpa bentrok
- ☁️ Backup otomatis ke cloud
- Git = mesin waktu untuk file-mu
- Setiap “commit” = titik penyimpanan (seperti save point di game)
- GitHub = Google Drive khusus untuk kode, dengan fitur kolaborasi canggih
Langkah 1: Instal Git
Di Ubuntu/Debian:
sudo apt update sudo apt install git -y
Langkah 2: Konfigurasi Identitas
Git perlu tahu siapa kamu:
git config --global user.name "Namamu" git config --global user.email "emailmu@example.com"
Ini hanya perlu dilakukan sekali di komputermu.
Langkah 3: Buat Repositori Lokal
Mulai dari proyek website-mu:
cd ~/website-saya git init
Perintah git init membuat folder ini menjadi repositori Git.
Langkah 4: Lacak & Simpan Perubahan
Lihat status file:
git status
Tambahkan file ke staging area:
git add index.html
Atau tambahkan semua file:
git add .
Komit perubahan (simpan snapshot):
git commit -m "Halaman utama pertama"
🎉 Selamat! Kamu baru saja membuat “titik penyimpanan” pertamamu!
Langkah 5: Buat Akun GitHub
- Buka github.com
- Klik Sign up
- Isi data → verifikasi email
Langkah 6: Hubungkan ke GitHub
Di GitHub, klik tombol “+” → “New repository”:
- Nama:
website-saya - Jangan centang “Initialize this repository with a README”
- Klik Create repository
Salin URL HTTPS repositori (misal: https://github.com/namamu/website-saya.git).
Kembali ke Terminal, hubungkan repositori lokal ke GitHub:
git remote add origin https://github.com/namamu/website-saya.git git branch -M main git push -u origin main
Jika diminta, masukkan username dan password GitHub.
⚠️ Untuk keamanan, gunakan Personal Access Token sebagai password (lihat Tips di bawah).
- Jika diminta password, buat Personal Access Token di:
Settings → Developer settings → Personal access tokens- File
.gitignore bisa digunakan untuk mengecualikan file (misal: *.log, .env)- Gunakan
git log untuk lihat riwayat commit- Jangan pernah commit file berisi password atau kunci privat!
Latihan Praktis: Simpan Proyek AWS-Mu!
- Buat folder baru:
mkdir ~/proyek-aws - Tambahkan file konfigurasi atau skrip shell
- Inisialisasi Git:
git init - Tambahkan & komit:
git add . && git commit -m "Proyek awal" - Buat repositori di GitHub dan push kode-mu
“Aku baru saja memberi ‘mesin waktu’ pada file-fileku! Sekarang, aku tidak takut lagi mengedit — karena selalu bisa kembali.” ⏳
Kenapa Ini Penting untuk AWS & Karier Teknologi?
- Setiap proyek cloud modern menggunakan Git untuk manajemen kode
- Infrastructure as Code (Terraform, CloudFormation) disimpan di GitHub
- Deploy otomatis (CI/CD) dijalankan saat kamu push ke GitHub
- Portofolio GitHub adalah “CV digital” bagi developer dan DevOps engineer
Penutup
Sekarang kamu sudah bisa:
- ✔ Menginisialisasi repositori Git
- ✔ Melacak dan menyimpan perubahan
- ✔ Menyinkronkan kode ke GitHub
- ✔ Mengelola versi proyek seperti profesional!
Ingat: **Kode yang tidak dikontrol versinya seperti surat yang ditulis di pasir — bisa hilang kapan saja. Dengan Git, setiap baris kode punya sejarah yang abadi.** 💻✨