Tutorial Terminal Lanjutan #17 - Kelola Kode dengan Git & GitHub – Jejak Setiap Perubahan! 📂

Halo, penjaga sejarah kode! 🕰️
Pernah mengedit file, lalu menyesal karena ingin kembali ke versi sebelumnya? Atau bekerja bersama teman, tapi bingung versi mana yang paling baru?

Solusinya: **Git** — sistem kendali versi yang digunakan oleh jutaan developer di seluruh dunia.

Dan **GitHub** — platform online untuk menyimpan dan berbagi repositori Git.

Bersama, mereka memungkinkanmu:

  • ✅ Menyimpan setiap perubahan sebagai “snapshot”
  • ↩️ Kembali ke versi sebelumnya kapan saja
  • 👥 Berkolaborasi tanpa bentrok
  • ☁️ Backup otomatis ke cloud

📁 Analogi Sederhana:
- Git = mesin waktu untuk file-mu
- Setiap “commit” = titik penyimpanan (seperti save point di game)
- GitHub = Google Drive khusus untuk kode, dengan fitur kolaborasi canggih

Langkah 1: Instal Git

Di Ubuntu/Debian:

sudo apt update
sudo apt install git -y

Langkah 2: Konfigurasi Identitas

Git perlu tahu siapa kamu:

git config --global user.name "Namamu"
git config --global user.email "emailmu@example.com"

Ini hanya perlu dilakukan sekali di komputermu.

Langkah 3: Buat Repositori Lokal

Mulai dari proyek website-mu:

cd ~/website-saya
git init

Perintah git init membuat folder ini menjadi repositori Git.

Langkah 4: Lacak & Simpan Perubahan

Lihat status file:

git status

Tambahkan file ke staging area:

git add index.html

Atau tambahkan semua file:

git add .

Komit perubahan (simpan snapshot):

git commit -m "Halaman utama pertama"

🎉 Selamat! Kamu baru saja membuat “titik penyimpanan” pertamamu!

Langkah 5: Buat Akun GitHub

  1. Buka github.com
  2. Klik Sign up
  3. Isi data → verifikasi email

Langkah 6: Hubungkan ke GitHub

Di GitHub, klik tombol “+” → “New repository”:

  • Nama: website-saya
  • Jangan centang “Initialize this repository with a README”
  • Klik Create repository

Salin URL HTTPS repositori (misal: https://github.com/namamu/website-saya.git).

Kembali ke Terminal, hubungkan repositori lokal ke GitHub:

git remote add origin https://github.com/namamu/website-saya.git
git branch -M main
git push -u origin main

Jika diminta, masukkan username dan password GitHub.
⚠️ Untuk keamanan, gunakan Personal Access Token sebagai password (lihat Tips di bawah).

💡 Tips Penting:
- Jika diminta password, buat Personal Access Token di:
Settings → Developer settings → Personal access tokens
- File .gitignore bisa digunakan untuk mengecualikan file (misal: *.log, .env)
- Gunakan git log untuk lihat riwayat commit
- Jangan pernah commit file berisi password atau kunci privat!

Latihan Praktis: Simpan Proyek AWS-Mu!

  1. Buat folder baru: mkdir ~/proyek-aws
  2. Tambahkan file konfigurasi atau skrip shell
  3. Inisialisasi Git: git init
  4. Tambahkan & komit: git add . && git commit -m "Proyek awal"
  5. Buat repositori di GitHub dan push kode-mu
“Aku baru saja memberi ‘mesin waktu’ pada file-fileku! Sekarang, aku tidak takut lagi mengedit — karena selalu bisa kembali.” ⏳

Kenapa Ini Penting untuk AWS & Karier Teknologi?

  • Setiap proyek cloud modern menggunakan Git untuk manajemen kode
  • Infrastructure as Code (Terraform, CloudFormation) disimpan di GitHub
  • Deploy otomatis (CI/CD) dijalankan saat kamu push ke GitHub
  • Portofolio GitHub adalah “CV digital” bagi developer dan DevOps engineer

Penutup

Sekarang kamu sudah bisa:

  • ✔ Menginisialisasi repositori Git
  • ✔ Melacak dan menyimpan perubahan
  • ✔ Menyinkronkan kode ke GitHub
  • ✔ Mengelola versi proyek seperti profesional!

Ingat: **Kode yang tidak dikontrol versinya seperti surat yang ditulis di pasir — bisa hilang kapan saja. Dengan Git, setiap baris kode punya sejarah yang abadi.** 💻✨

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال